Search
  • Gandasari Ekasatya

CYCLE THRESHOLD VALUE / NILAI CT Pada Real-Time RT-PCR SARS-CoV-2

Latar Belakang

Gold standard untuk pemeriksaan SARS-CoV-2 adalah dengan metode swab RT-PCR. Seringkali seorang yang melakukan pemeriksaan PCR hanya menyimpulkan hasil positif/negative yang tertulis pada lembar hasil tanpa memperhatikan Nilai CT pada hasil PCR. Padahal Nilai CT ini dapat digunakan untuk melihat seberapa besar virus tersebut masih dapat menginfeksi. Pada jurnal ini akan dibahas mengenai Nilai CT dan seberapa pentingnya untuk pembacaan hasil PCR.


Pendahuluan

Diagnosis COVID-19 dilakukan dengan metode real-time RT-PCR, suatu pemeriksaan molekuler berbasis reaksi rantai polimerase. Sampel berupa swab hidung/tenggorok dimasukkan ke dalam tabung khusus berisi cairan untuk menjaga kestabilan materi genetik virus (VTM). Selanjutnya sampel akan melalui prosedur ekstraksi, yaitu proses menggunakan kit tertentu untuk mengeluarkan materi genetik virus yang dikehendaki. Karena virus yang menyebabkan COVID-19 tergolong pada virus RNA, dalam mendeteksi virus ini didahului proses perubahan dari RNA menjadi DNA. Proses ini difasilitasi oleh enzim reverse transcriptase. Selanjutnya dilakukan perbanyakan (amplifikasi) target materi genetik menggunaan mesin real-time PCR menggunakan floresensi sehingga setiap terjadi amplifikasi, akan terbentuk sinyal floresens yang akan ditangkap oleh detektor sepanjang proses PCR berlangsung.

Proses amplifikasi tersebut terjadi berulang-ulang, hingga sekitar 40 siklus, dan sinyal floresens yang dihasilkan akan berbanding lurus terhadap amplifikasi yang terjadi. Pada satu titik, jumlah sinyal floresens pada proses amplifikasi tersebut mencapai nilai minimal untuk dapat diinterpretasikan sebagai hasil positif. Titik tersebut dinamakan cycle threshold value atau nilai CT (1).



Pembacaan Hasil PCR


Hasil dapat disimpulkan dari target Gen yang terdeteksi menggunakan minimal 2 target gen spesifik untuk SARS-CoV-2 yang berbeda ( Gen E untuk skrining, Gen N dan Orf untuk konfirmasi ) + control + reagen ekstraksi (manual).


Target gen dibaca ketika sudah terjadi maksimal 40 kali siklus amplifikasi ( CT ≤ 40 ). Semakin awal gen virus terdeteksi / semakin pendek siklus mendeteksi gen virus / semakin rendah nilai CT maka semakin tinggi kemungkinan dapat terinfeksi virus tersebut. Begitupun sebaliknya, Semakin tinggi nilai CT, semakin rendah kemungkinan virus untuk menyebabkan infeksi (1,2).



Interpretasi Nilai CT


Dalam salah satu pemeriksaan PCR menggunakan alat Thermofisher Biosystem QuantStudioTM 5 Real-Time PCR pembacaan hasil pasien dinyatakan positif jika taget gen virus terdeteksi pada Nilai CT sebagai berikut :

- Positif : CT ≤ 37

- Zona Abu-abu : 37 < CT ≤ 40

- Negatif : > 40 (3).


Pelaporan Hasil PCR


Hasil PCR dapat dilaporkan positif / negative jika :

- Positif :

· 2 target gen yang dideteksi positif

· Salah satu target gen positif

- Suspicious :

· 1 target gen di zona abu-abu dan target gen lain negatif

· Kedua target gen di zona abu-abu

- Negatif :

· Semua target gen negatif (3).



Seberapa Penting Nilai CT ?


Nilai CT ini digunakan dokter untuk menetapkan kemungkinan penularan penyakit lebih lanjut dan perlu tidaknya seseorang melakukan isolasi mandiri. Nilai CT dapat digunakan sebagai panduan saat follow up 7-10 hari setelah pemeriksaan PCR (1,2).




DAFTAR PUSTAKA

(1) https://rs.ui.ac.id/umum/berita/mengenal-ct-cycle-threshold-value-dalam-diagnosis-covid-19

(2) https://www.pdspatklin.or.id/assets/files/pdspatklin_2020_05_08_09_42_45.pdf

(3) https://www.who.int/diagnostics_laboratory/eual/eul_0515_202_00_covid19_coronavirus_real_time_pcr_kit_ifu.pdf?ua=1





1 view0 comments

Recent Posts

See All

PAROSMIA DAN PANTHOSMIA

PENGERTIAN Parosmia Parosmia adalah istilah medis untuk menggambarkan kondisi seseorang yang mengalami gangguan atau distorsi indera penciuman. Seseorang dengan Parosmia masih memungkinkan untuk dapat

  • Facebook
  • Instagram

©2020 by Gandasari Ekasatya