Search
  • project3gandasari

Dampak Pasien COVID-19 terhadap Otak dan Psikis


Di awal kemunculan pandemi, sejumlah pasien Covid-19 yang sembuh mengaku mengalami brain fog (kabut otak) yang membuat mereka tetap sakit, tidak sembuh sepenuhnya. Setahun kemudian, keluhan kabut otak terus meningkat, sementara kemampuan masyarakat memahaminya masih minim (1).


Dampak Covid-19 Terhadap Otak

1. Sakit kepala dan pusing

2. Kejang-kejang

3. Peningkatan resiko terkena Alzheimer (pada kasus berat)

4. Timbulnya brain fog atau kabut otak (1).


Pengertian Brain Fog

Brain fog atau kabut otak merupakan efek yang dapat timbul pada pasien atau mantan pasien covid-19, dimana berdampak pada kondisi mental individu dengan bermacam-macam ciri khasnya seperti bengong, terlambat berfikir dan bertindak tidak biasa (1).


Ciri – ciri Brain Fog

1. Gangguan memori

2. Gangguan konsentrasi

3. Gangguan kognitif

4. Nyeri kepala

5. Kebingungan

6. Sering melamun

7. Terlambat berpikir

8. Bertindak aneh/tidak biasa (1)


Bagaimana Covid-19 Dapat Berdampak ke Otak?

Virus Corona diketahui memanfaatkan reseptor ACE2 (angiotensin-converting enzyme 2) agar bisa menginfeksi tubuh. Reseptor ACE2 adalah protein spesifik yang memfasilitasi virus untuk menginfeksi. Keberadaan virus ini bisa juga merusak serta menghancurkan sel-sel hingga organ tubuh manusia.


Lebih parah lagi adalah kondisi dimana virus langsung masuk ke otak manusia. Peristiwa ini akan menyebabkan terjadinya demielinasi yaitu kerusakan selubung mielin neuron di otak. Akibatnya aliran sinyal menuju saraf akan terhambat dan menurunkan fungsinya (2,3).


Resiko Stroke Jangka Panjang Akibat Peradangan Pada Pasien Covid-19

Saat virus masuk maka tubuh akan dengan sigap memberikan respon imunitas untuk melawannya. Respon ini kemudian bisa menyebabkan munculnya inflamasi atau peradangan di pembuluh darah. Hal tersebut memicu meningkatnya faktor hiperkoagulasi dan terbentuknya gumpalan darah pada arteri serta vena otak.


Jika peradangan terjadi semakin parah maka muncullah badai sitokin. Kondisi ini akan berawal dari organ paru-paru kemudian menuju pembuluh darah di berbagai organ tubuh termasuk otak. Jika penggumpalan darah terjadi dan badai sitokin menyebar ke bagian otak maka pasien bisa berisiko terserang stroke (3).


Dimana stroke ini dapat berupa stroke ringan ataupun berat, dan belum tentu dapat sembuh seperti semula (2).


Cara Mengatasi Brain Fog

1. Istirahat cukup

2. Melatih memori otak dengan permainan teka-teki/puzzle

3. Menghindari aktivitas yang terlalu berat (1)


Dampak Psikis

Selain mengalami brain fog, pasien Covid-19 juga memungkinkan terkena dampak secara psikis. Ciri yang paling banyak dijumpai sejauh ini seperti kecemasan, depresi serta mood yang tidak beraturan. Namun, peneliti belum menemukan jawaban bagaimana virus terkait dengan kondisi kejiwaan seseorang (1).


DAFTAR PUSTAKA

(1) https://fk.ui.ac.id/infosehat/mewaspadai-dampak-long-covid-pada-otak/

(2) https://lifepack.id/dampak-corona-terhadap-kondisi-otak-dan-syaraf-manusia/

(3) https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200703125213-255-520504/studi-ahli-neurologi-ungkap-3-tahap-dampak-corona-pada-otak

8 views0 comments

Recent Posts

See All