Search
  • Gandasari Ekasatya

PAROSMIA DAN PANTHOSMIA

PENGERTIAN

Parosmia

Parosmia adalah istilah medis untuk menggambarkan kondisi seseorang yang mengalami gangguan atau distorsi indera penciuman. Seseorang dengan Parosmia masih memungkinkan untuk dapat mendeteksi bau, namun untuk bau benda tertentu atau bahkan semua benda akan berbeda dengan bau yang dirasa oleh orang normal, dan seringkali membuat penderita parosmia merasa tidak nyaman (1).

Bau yang tidak sedap ini sering digambarkan seperti bahan kimia, rasa terbakar, feses, daging busuk dan jamur.Bagi sebagian orang, gejala ini muncul sebagai respon terhadap bau tertentu, dan bagi sebagian lainya muncul sebagai respon terhadap hampir semua bau (1).

Phantosmia

Phantsomia adalah istilah medis untuk menggambarkan seseorang yang mengalami halusinasi penciuman. Penderita Panthosmia dapat seacara tiba-tiba mencium bau yang spesifik “ normal “ walaupun tidak ada keberadaan benda penyebab bau tersebut. Sebagai contoh, penderita anosmia dapat mencium aroma bawang putih disaat tidak ada bawang putih disekitarnya (1).


PENYEBAB

Parosmia

Parosmia sering terjadi saat hilangnya indera penciuman setalah terpapar virus seperti influenza. Selain itu, dapat juga terjadi karena :

- Cedera kepala

- Infeksi virus dan bakteri

- Paparan asam rokok dan bahan kimia

- Efek samping Chemotherahy

- Kondisi neurologic

- Tumor (3)



Panthosmia

Phantosmia dapat terjadi setelah seseorang kehilangan indera penciuman karena cedera kepala atau pasca trauma. Selain itu, juga dapat dikaitkan dengan infeksi virus, paparan racun, penyakit pada sistem saraf dan masalah sinus (1).

Mekanisme terjadinya Parosmia dan Panthosmia belum sepenuhnya dipahami, tetapi diduga sebagai akibat dari kerusakan neuron reseptor penciuman, yaitu sel-sel didalam rongga hidung kita yang mendeteksi molekul bau. Selain itu, sangat mungkin disebabkan adanya kerusakan pada area lain dari sistem penciuman seperti olfactory bulbs(1).

Sejumlah studi tentang parosmia sebelumnya menemukan bahwa pemicu terbesar kondisi ini adalah tembakau, kopi, parfum, coklat, dan bensin (2).


GEJALA

- Merasakan bau busuk terus-menerus, terutama saat terdapat makanan

- Kesulitan mengenali atau memperhatikan beberapa bau (3).


AKIBAT

Dalam kasus yang paling parah, parosmia dapat menyebabkan Anda merasa sakit secara fisik saat otak Anda mendeteksi bau yang kuat dan tidak menyenangkan (3).


PENANGANAN

Orang biasanya cenderung pulih dari parosmia dan phantosmia dengan cukup cepat karena saraf yang rusak memperbaiki dirinya sendiri. penderita cenderung memperbaiki atau sepenuhnya memulihkan kemampuan mengenali bau dan rasa setelah sekitar satu bulan (2).

Hanya saja, pemulihan indra secara sempurna setelah infeksi dapat memakan waktu antara dua dan tiga tahun. Menurut Healthline, seng, vitamin A, dan antibiotik terkadang juga diresepkan untuk mengobati gangguan penciuman ini (2).


KASUS TERKAIT COVID-19

Kasus parosmia dan phantosmia terkait Covid-19 masih cukup jarang terjadi. Dilansir Health 24, sekitar 7,5 persen responden penelitian melaporkan parosmia dan sekitar 8,3 persen mengalami phantosmia (2).

Gangguan tersebut juga muncul lebih lama setelah pemulihan. Terkadang, ini bahkan dapat terjadi berbulan-bulan setelah pasien Covid-19 sembuh dari infeksi (2).





DAFTAR PUSTAKA

(1) https://www.fifthsense.org.uk/parosmia-and-phantosmia/

(2) https://republika.co.id/berita/qhj8r5414/penyintas-covid19-alami-parosmia-dan-phantosmia-apa-itu

(3) https://www.healthline.com/health/parosmia



1,012 views1 comment