Search
  • Gandasari Ekasatya

Pentingnya Pemeriksaan NLR untuk Pasien Diabetes Melitus (DM)


Diabetes Melitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Komplikasi Diabetes Melitus (DM) jangka panjang mengacu pada aterosklerosis dengan berkembangnya penyakit arteri koronaria, stroke, penyakit pembuluh darah perifer dan meningkatnya risiko infeksi/peradangan. Peradangan telah diteliti sebagai komponen penyebab diabetes.


Pemeriksaan HbA1c merupakan pemeriksaan laboratorium yang dianjurkan untuk pemantauan DM menurut American Diabetes Association (ADA) nilai HbA1c yang menjadi rekomendasi adalah <7%, dan dinyatakan tidak terkontrol jika >7%. Karena hanya berfokus pada HbA1c, maka banyak pasien yang tidak mengetahui ada pemeriksaan lain yang tidak kalah penting yaitu parameter yang diperoleh dari pemeriksaan hematologi dapat memberikan gambaran tentang perubahan yang terjadi pada indeks hematologi seperti sel darah putih (WBC), sel darah merah (RBC), trombosit (PLT), dan parameter lainnya. Pemeriksaan rasio limfosit neutrophil/ NLR (Neutrophil Lymphocyte Ratio) telah menjadi penanda baru peradangan yang potensial untuk mengetahui adanya inflamasi kronik. Nilai NLR didapat dengan membagi jumlah neutrofil dengan limfosit. Dilihat dari sudut patofisiologi, neutrofil merepresentasikan sistem imun yang menginisiasi respons tubuh terhadap peradangan, sedangkan limfosit merepresentasikan komponen protektif terhadap peradangan.


Berbagai penelitian menunjukkan bahwa NLR lebih superior dibandingkan hitung leukosit total, hitung neutrofil, atau hitung limfosit sebagai penanda peradangan. Rasio limfosit neutrofil (NLR) menjadi penanda penting peradangan sistemik dan indikator peningkatan risiko kejadian kardiovaskular pada pasien. Selain itu, peningkatan NLR sering dikaitkan dengan Diabetes Melitus tipe 2. Pemeriksaan NLR juga memiliki kelebihan dibandingkan penanda inflamasi yang lain, seperti CRP, IL-6, dan PCT yaitu mudah dilakukan dan harga relatif murah. Maka dari itu, pemeriksaan NLR sebaiknya direkomendasikan pada pasien diabetes dalam pemeriksaan klinis rutin. Bukan untuk kontrol glikemik tetapi sebagai prediksi komplikasi sehingga tindakan efektif dapat diambil jauh-jauh hari untuk mencegah komplikasi pada pasien Diabetes Mellitus pada masa yang akan datang.



Referensi:


American Diabetes Associations. Epidemiology and impact of peripheral arterial disease in people with diabetes. Diabetes. 2003;26(12):3333–41.


Bhat T, Bhat H, Raza M, Khoueiry G, Meghani M, Akhtar M. Neutrophil to lymphocyte ratio and cardiovascular diseases : a review. Expert Rev Cardiovasc Ther. 2013;11(1):55–60.


Moursy EY, Megallaa MH, Mouftah RF, Ahmed SM. Relationship between neutrophil-lymphocyte ratio and microvascular complications in Egyptian patients with type 2 diabetes. Am J Intern Med. 2015;3(6):250–5.

0 views0 comments