Search

Penyebab Suara Sengau atau Bindeng Yang Sering Mengganggu


Suara yang kita hasilkan merupakan hasil getaran pada pita suara dan dipengaruhi oleh resonasi udara melalui saluran pernapasan. Resonasi suara diregulasi pada area kepala dan secara khusus terletak di rongga hidung dan rongga sinus. Ketika mengalami gangguan pada sistem di telinga-hidung-tenggorokan, misalnya sinusitis (peradangan rongga sinus) atau rhinitis yaitu peradangan yang terjadi pada rongga hidung (alergi), terjadi pembengkakan dinding dalam saluran pernapasan, sehingga suara yang dihasilkan pun akan terdengar bindeng (1).


Suara bindeng atau sengau (rhinolalia) adalah keluarnya suara yang tak seperti biasa. Gejala tersebut seringnya muncul saat seseorang menderita flu berat(2). Meskipun demikian, kita bisa membedakan dua jenis bindeng, yakni :


  • Bindeng oklusa, terjadi akibat sumbatan benda cair (ketika pilek) atau padat (polip hidung, tumor/kanker nasofaring, benda asing, dll) yang menyumbat.

  • Bindeng aperta terjadi akibat kelumpuhan anatomis atau kerusakan tulang di hidung dan mulut. Yang paling sering, itu terjadi karena stroke. Bindeng aperta juga terjadi bila ada kerusakan struktur anatomi, seperti penyakit ozaena, yaitu penyakit yang menggerogoti struktur dalam hidung(2).


Penyebab Suara Bindeng atau Sengau


Tidak hanya disebabkan oleh hidung tersumbat akibat pilek, penyebab suara sengau pun beragam mulai dari yang ringan hingga yang berat. Berikut berbagai penyakit penyebab suara sengau(5) :

1. Flu

Flu menjadi salah satu penyebab suara sengau yang paling sering dijumpai. Hal ini terjadi karena penumpukan lendir yang menyumbat rongga hidung. Penyumbatan ini dapat menutup jalan bagi udara untuk masuk. Akibatnya, pita suara tidak memiliki resonasi yang cukup untuk menghasilkan suara sebagaimana mestinya.

2. Alergi

Peradangan pada rongga hidung akibat reaksi alergi atau disebut juga dengan rhinitis alergi kerap memicu produksi lendir berlebih serta pembengkakan maupun iritasi yang berimbas pada perubahan suara yang menjadi sengau atau bindeng.

3. Infeksi Sinus

Infeksi sinus atau sinusitis adalah peradangan yang terjadi pada sinus, yakni rongga kecil yang berfungsi untuk menghasilkan lendir agar saluran hidung dapat bekerja secara efektif.

4. Masalah Tiroid

Khususnya pada kasus hipotiroidisme – tiroid yang kurang aktif, dapat menyebabkan gangguan pada laring dan persarafanya. Kondisi ini mampu membuat suara penderitanya terdengar serak dan berat.

5. Polip Hidung

Polip hidung merupakan pertumbuhan jaringan lunak pada rongga hidung yang bersifat non-kanker. Kondisi ini dapat terbentuk akibat adanya peradangan kronis. Saat masih berukuran kecil, biasanya polip hidung kerap tidak menimbulkan gejala. Penderitanya baru akan merasakan gejalanya saat ukuran polip telah cukup besar.

6. Deviasi Septum

Deviasi septum adalah bentuk penyimpangan tulang rawan yang membatasi antara kedua lubang hidung. Kondisi ini sendiri bisa jadi bawaan lahir atau akibat cedera dari benturan keras yang dialami. Deviasi septum yang ringan umumnya tidak akan mengganggu. Namun, bila deviasi tersebut cukup berat, maka dapat menyebabkan komplikasi berupa obstruksi hidung, polip hingga sinusitis.

7. Kelainan Bawaan

Anak-anak dengan kelainan bawaan seperti bibir sumbing, down syndrome atau cerebral palsy cenderung memiliki suara yang sengau dan hambatan dalam berkomunikasi.

8. Kanker

Dalam beberapa kasus, penyebab suara sengau bisa jadi merupakan pertanda dari kanker. Beberapa jenis kanker yang kerap memengaruhi saraf pita suara hingga menyebabkan kelumpuhan pita suara, yakni kanker tiroid, kanker paru-paru, kanker tenggorokan dan kanker nasofaring(4).


Pengobatan untuk Suara Bindeng atau Sengau

Suara bindeng atau sengau yang terjadi tiba-tiba atau yang disebabkan oleh penggunaan pita suara yang berlebihan biasanya dapat membaik dengan perawatan mandiri di rumah. Berikut ini adalah langkah-langkah yang dapat diterapkan (3) :

  • Banyak minum air hangat, bisa juga ditambahkan madu, jahe, lemon

  • Gunakan air humidifier di tempat tinggal anda

  • Jangan dulu kontak dengan AC atau kipas angin berlebihan

  • Makanlah makanan yang berkuah kaldu, juga variasi buah-buahan

  • Jaga selalu kebersihan diri anda, termasuk dengan rajin mandi, mencuci tangan dengan sabun, dan tingallah di rumah yang bersih

  • Irigasi hidung secara teratur, yakni dengan menyemprotkan cairan NaCl ke masing-masing rongga hidung secara bergantian mrnggunakan spuit (suntikan) yang telah dibuang jarumnya

  • Jangan merokok

  • Giat olahraga dan pola istirahat yang teratur

  • Tidak sembarangan minum obat

  • Tetap gunakan masker dan hindari kerumunan agar tidak tertular peyakit berbahaya


Jika hingga waktu yang lama kondisi anda belum juga membaik, segera periksa langsung ke dokter atau dokter THT supaya ditangani dengan baik sesuai penyebabnya(4).





DAFTAR PUSTAKA

  1. https://indovoiceover.com/penyebab-suara-terdengar-bindeng-yang-dialami-voice-over-talent/

  2. https://www.klikdokter.com/tanya-dokter/read/3648534/suara-sengau

  3. https://www.alodokter.com/suara-serak

  4. https://www.alodokter.com/komunitas/topic/hidung-tersumbat-dan-suara-bindeng-apakah-itu-termasuk-gejala-covid

  5. https://www.honestdocs.id/penyebab-suara-sengau

142 views0 comments